Minggu, 20 Oktober 2013

LEARNING DISABILITIES

LEARNING DISABILITY

            Lebih dari 40 definisi membahas mengenai pengertian dari Learning Disability tetapi hanya beberapa definisi yang dapat diterima secara universal. Salah satu definisi yang disampaikan oleh Samuel Krik ( 1963 ) menganai Learning Disability, Menurutnya Learning Disability  seperti sesuatu yang tidak pasti karena variasi membingungkan dari label – label yang digunakan untuk menggambarkan seseorang dengan kemampuan intelegensi yang relatif normal yang memiliki masalah dalam belajar. Secara umum Learning Disability adalah sebuah gangguan belajar yang dialami oleh seseorang yang bukan karena keterlambatan mental. Gangguan belajar hanya mempengaruhi fungsi tertentu sedangkan seseorang yang memiliki keterlambatan mental akan kesulitan mempengaruhi fungsi kognitif secara luas.

Yang termasuk dalam Learning Disability adalah :

·        Minimally brain Injured ( Kerusakan Otak )

Tertuju kepada orang – orang yang menunjukkan perilaku tetapi perilakunya tersebut menujukkan seperti tidak adanya gangguan pada otak.
Contohnya : Hiperaktif, gangguan persepsi , dll.

·         A slow learner

Anak yang menunjukkan kinerja yang lambat sehingga dia hanya bisa pada satu/beberapa objek tidak dengan objek selanjutnya ( lain ) tetapi tes intelegensi
Menunjukkan bahwa kemampuan untuk belajarnya itu ada.

·         Dyslexia

Dyslexia merupakan ketidakmampuan membaca. Sehingga disebut juga sebagai gangguan yang hanya dalam waktu tertentu saja. Banyak anak yang juga mempunyai masalah dalam akademik yang lain seperti matematika.

·        Perceptual Disabled
Hanya ketidakmampuan dalam mempersepsikan suatu hal, masalah persepsi yang membingungkan anak dalam belajar.

THE FEDERAL DEFINITION

·        General ( Umum )
Istilah “ Specific Learning Disability ” adalah gangguan pada salah satu atau lebih proses dasar psikoloagis meliputi pemahaman dan penggunaan bahasa, berbicara, atau menulis yang dimanifestasikan pada diri sendiri dalam bentuk ketidaksempurnaan kemampuan dalam mendengar, berfikir, berbicara, membaca, menulis, mengeja atau perhitungan matematis.

·         Disorders Included
Yang termasuk dalam istilah ini meliputi kondisi :  masalah persepsi, kerusakan otak, disleksia, dan perkembangan aphasia.


·         Disorders Not Included
Yang tidak termasuk dalam istilah ini meliputi kondisi anak – anak yang memiliki masalah belajar yang disebabkan keterbatasan penglihataan, pendengaran ,motorik, retardasi mental, keterbelakangan budaya, lingkungan, dan masalah ekonomi (IDEA, Americants of 1997, Sec. 602 (26), p.13)

The Natioanal Joint Comittee on Learning Disabilities Definiton ( NJCLD )

NJCLD menganggap definisi alternatif perlu untuk menghadirkan definisi mereka sendiri mengenai learning disabilities karena ketidakpuasan dengan federal definision :

 1. Berdasarkan Proses Psikologis

Banyak printis awal dalam bidang gangguan belajar percaya proses penglihatan dan pendengaran informasi (berbeda dari masalah yang diidentifikasi seperti  buta atau tuli )  menjadi dasar penyebab masalah akademik seperti ketidakmampuan dalam membaca.  Kemudian mereka percaya bahwa melatih siswa dalam memproses kemampuan melihat dan mendengar akan membantu mereka menaklukkan masalah belajar yang mereka hadapi.
Para peneliti akhirnya menentukan bahwa latihan  persepsi dan persepsi motorik tidak menghasilkan manfaat bagi prestasi mambaca siswa ( Hallahan 1975 dan Hallahan & Crickshank 1973 ). Dalam reaksi terhadap pengadopsian  dari program pelatihan persepsi , NJCLD keberatan dengan uangkapan dasar proses psikologis ini.

2. Penghilangan sifat Instrinsik dari ketidakmampuan belajar

Federal definition tidak menyebutkan faktor – faktor penyebab tetapi NJCLD menganggap gangguan belajar terjadi karena disfungsi atau ketidakmampuan sistem saraf  dalam diri individu.

3. Kelalaian orang dewasa

NJCLD memberikan respon untuk menumbuhkan kesadaran bahwa gangguan \ ketidakmampuan belajar bukan hanya karena ketidakmampuan anak. Itu adalah sebuah kondisi sepanjang hidup.

4. Kelalaian dalam Self-Regulation dan masalah interaksi sosial

NJCLD memberikan respon untuk menumbuhkan kesadaran bahwa siswa dengan ketidakmampuan belajar sering mengalami kesulitan dalam Self- Regulation dan interaksi sosial.

5. Pancantuman istilah yang sulit untuk didefinisikan

NJCLD merasa bahwa Federal definition membingungkan karena pencantuman bahasanya seperti : Perceptual handicaps, dyslexia and minimal brain dysfunction yang sangat sulit untuk didefinisikan ( Hammill, Leigh, McNutt & Larsen, 1981 )

6. Kebingungan tentang kausal pengecualian

Federal definition mengecualikan masalah belajar yang terutama disebabkan oleh kondisi cacat  seperti keterbelakangan mental ( cacat intelektual ) . NJCLD lebih menekankan bahwa kemungkinana seseroang dengan kondisi ketidakmampuan yang lain seperti keterbelakangan mental  bisa juga memiliki ketidakmampuan belajar.

7. Mengeja

NJCLD merasa bahwa tidak perlu lagi menyinggung mengenai pengejaan karena mereka berfikir bahwa ejaan termasuk dalam menulis.

Dari tujuh kelemahan Federal definition , NJCLD kemudian membuat pengertian dari “ learning disabilities”.
Learning Disabilities adalah Istilah umum yang mengacu pada sebuah kelompok heterogen yang ditunjukkan oleh kesulitan yang signifikan dalam menerima dan mendengar, berbicara, membaca, menulis, menalar atau kemampuan matematika. Gangguan ini adalah  gangguan intrinsik individu yang diduga karena disfungsi sistem saraf  dan dapat terjadi di seluruh rentang kehidupan. Masalah dalam self-regulation, social perception dan interaksi sosial mungkin berwujud sebagai ganguan belajar tetapi gangguan itu tidak berasal dari diri mereka sendiri.

IDENTIFICATIION

Prosedur dalam mengidentifikasi gangguan belajar masih dalam tahap peralihan. Proses ini terus berkembang .Pada pada bagian ini kita membahas mengenai  Achievementability discrepancy yang merupakan pendekatan tradisional untuk mengidentifikasi ketidakmampuan belajar. Kemudian membahas mengenai Respon To Intervention (RTI) yang merupakan “ federally preferred” untuk mengidentifikasi gangguan belajar. Dikatakan federally preferred karena meskipun rendah kemungkinan untuk salah satu dari metode ini yang akan digunakan, pemerintah federal pasti mendukung penggunaan RTI. Contohnya hukum menegaskan bahwa negara tidak harus menggunakan perbedaan yang berat antar kemampuan intelektual dan prestasi. Dan secara khusus mensyaratkan bahwa negara mengizinkan penggunaan RTI.




ACHIEVEMENT – ABILITY DISCREPANCY

Anak yang terkadang atau sewaktu – waktu dapat mengalami kesulitan belajar tidak seharusnya diidentifikasi sebagai anak dengan  Learning Disabilities . Istilah ini sebaiknya hanya digunakan saat mengidentifikasi anak – anak dengan ketidakmampuan yang sesungguhnya,dimana menurut federal hal ini ditandai dengan kesenjangan antara prestasi dan kemampuan intelektual. Dengan kata lain, seorang anak yang mencapai jauh dibawah potensinya akan diidentifikasi sebagai learning disabled. Kemampuan intelektual kerap diukur lewat tes IQ dan standar prestasi. Learning disabilities itu sendiri dikarakteristikkan lewat perbedaan yang tidak terduga antara kemampuan umum dan prestasi.

Pemerintah federal diserahkan kepada masing – maing negara untuk memutuskan dengan tepat bagaimana mereka menentukan apakah seorang siswa memiliki perbedaan (kemampuan intelektual dan prestasi ) yang parah. Kebanyakan negara mengandalkan pada perbedaan IQ-prestasi yang merupakan perbandingan antara standar skor kecerdasan dan tes prestasi.banyak negara menggunakan rumus statistik untuk mengidentifikasi gangguan belajar, namun beberapa rumus  statistik yang digunakan tidak akurat (cacat) lagipun penggunaan secara statistik cukup mahal untuk diterapkan.
Selain masalah menggunakan rumus , beberapa pihak berwenang telah menolak menggunakan prestasi IQ. Beberapa pihak telah menunjukkan skor IQ siswa dengan gangguan belajar adalah meremehkan. Karena kinerja pada tes IQ tergantung pada kemampuan membaca pada batas tertentu saja ( mengesampingkan jenis lain dari ketidakmampuan belajar ). Dengan kata lain, siswa yang memiliki kemampuan yang rendah dalam membaca mempunyai kesulitan untuk memperluas kosa kata mereka dan belajar mengenai kata itu.sebagai hasilnya mereka mendapat skor yang rendah dibandingka skor rata-rata dari tes IQ,inilah salah satu contoh kecil yang menjadi ketidaksesuaian antara IQ dan Prestasi.

RESPONSE TO INTERVENTION OR RESPONSE TO TREATMENT (RTI)

Atas dasar kritik terhadap perbedaan IQ dan prestasi yang sebelumnya telah dijelaskan, peneliti mengusulkan alternatif untuk mengidentifikasi siswa dalam ketidakmampuannya yaitu RTI.
Tidak ada model yang diterima secara universal dari RTI tetapi ada tiga tingkatan instruksi yang digunakan sebagai instruksi .
Yang pertama adalah pengukuran harian langsung ( bukti langsung )berarti mengamati dan merekam setiap hari kinerja anak pada keahlian spesifik yang diajarkan sehingga kita bisa mendapat informasi mengenai kinerja anak – anak pada keterampilannya dibawah instruksi. Mereka yang tidak merespon positif pidah ke Tingkat kedua dimana mereka menerima instruksi beberapa kali dalam seminggu. Mereka terdiri dari kelompok kecil.kemudian jika mereka juga tidak merespon insrtuksi yang diberikan walaupun dalam kelompok kecil maka mereka dirujuk untuk evaluasi untuk mengikuti pendidikan khusus ( tingkat 3 ) .



Tidak ada komentar:

Posting Komentar