Kamis, 23 Mei 2013

PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (SLB - E TUNA LARAS)



Tuna Laras adalah anak yang memiliki masalah dalam mengendalikan control emosi dan perilaku dengan lingkungannya.“Tuna” adalah kurang sedangkan “Laras” adalah sesuai, maka dapat digabungkan yaitu kurang sesuai.  Anak tuna laras biasanya sulit beradaptasi dengan lingkungannya karena tidak dapat menempatkan  perilaku  yang tepat dengan orang, situasi dan lingkungan yang tepat.  

Definisi menurut beberapa  tokoh  dan Lembaga yang terkait:
1.      Menurut kurikulum SLBE (1977):
a.    Mengalami hambatan/ gangguan emosi dan tingkah laku.
b.    Memiliki habit untuk melangggar aturan.
c.    Melakukan kejahatan.
d.    Cenderung menunjukkan gejala-gejala fisik seperti takut pada masalah-masalah sekolah.

2.      Public  Law 94-242 (Undang-undang tentang PLB di Amerika Serikat):
gangguan emosi yang menunjukkan salah satu atau lebih gejala-gejala dalam satu kurun waktu tertentu dengan tingkat yang tinggi yang mempengaruhi prestasi belajar.
3.      Kauffman (1977) : 
      secara kronis dan mencolok dalam berinteraksi dengan lingkungannya namun tidak dapat diterima secara  pribadi maupun social. Tidak menyenangkan tetapi masih dapat diajar untuk bersikap yang secara social dapat diterima dan secara pribadi menyenangkan.

 Bagaimana cirri-ciri mereka?
Anak tuna laras memiliki ciri yang secara umum dapat dikenali atau dirasakan oleh orang lain, yaitu:
a.       Ketidakmampuan belajar dan tidak dapat dikaitkan dengan factor kecerdasan, penginderaan atau kesehatan
b.       Ketidakmampuan menjalin hubungan yang menyenangkan teman dan guru
c.       Bertingkah laku yang tidak  pantas pada keadaan normal
d.       Perasaan tertekan atau tidak bahagia terus-menerus

Menurut  Eli M. Bower seorang anak dapat dikatakan memiliki gangguan atau kelainan emosi (tuna laras) apabila:
1.      Bertingkah laku atau berperan tidak pada tempatnya.
2.      Tidak dapat menjalin hubungan baik dengan teman, guru dan lingkungannya.
3.      Memiliki symptoms fisik seperti merasa kesakitan dan takut berkaitan dengan masalah di sekolahnnya.
4.      Tidak mempu belajar karena keterbatasan intelektual, kesehatan maupun sensori.

Program apa saja yang digunakan dalam sistem pembelajaran mereka?
Ada dua macm prigram yang diberikan pihak sekolah kepada anak berkubutuhan khusus ini. Yaitu:
1.    Sistem pengajaran
a.     Sistem pembelajaran penyuluhan yang diberikan oleh staf pengajar (Remedial Teaching). Pada sistem ini guru dianggap mampu embuat suasana kelas dengan baik, mengobati dan lebih memperhatikan murid.
b.    Sistem pembelajaran Klasikal, dimana staf pengajar berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada muridnya. Staff pengajar atau gurubiasanya dianggap mampu dalam mengelola kelas dan proses pemelajaran.
2.    program Bimbinganpenyuluhan
  a. program bimbinganpenyuluhansuasanahidup beragama di asrama
  b. program keterampilan
  c. program belajar di sekolah regular
  d. program bimbingankesenian
  e. programke orang tua
  f. program kemasyarakat
  g. program bimbingankepramukaan
Program pembelajaran tersebut telah dipraktikan oleh lembaga atau SLB yang ada. Klasifikasinya sebagai berikut:
A. Kurikulum SDLB(Sekolah Dasar Luar Biasa):
1.      Program Umum.
disesuaikan dengan kurikulum Sekolah Dasar dengan memperhatikan keterbatasan kemampuan belajar para siswa yang bersangkutan.
2.      Program Khusus
disesuaikan dengan jenis kelainan siswa.
3.      Program Muatan Lokal
disesuaikan dengan keadaan serta kebutuhan lingkungan, yang ditetapkan oleh Kantor Dinas Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional setempat.
B. Kurikulum SLTPLB (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Luar Biasa)
1.      Program Umum
disesuaikan dengan kurikulum Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dengan memperhatikan keterbatasan kemampuan belajar para siswa yang bersangkutan.
2.      Program Khusus
disesuaikan dengan jenis kelainan siswa.
3.      Program Muatan Lokal
disesuaikan dengan keadaan serta kebutuhan lingkungan, yang ditetapkan oleh Kantor Dinas Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional setempat.
4.      Program Pilihan
berupa paket-paket keterampilan yang dapat dipilih siswa dan diarahkan pada penguasaan satu jenis keterampilan atau lebih yang dapat menjadi bekal hidup di masyarakat.
C. Kurikulum SMLB meliputi :
1.      Program Umum
disesuaikan dengan kurikulum Sekolah Menengah dengan memperhatikan keterbatasan kemampuan belajar para siswa yang bersangkutan.
2.      Program Pilihan
berupa paket-paket keterampilan yang dapat dipilih siswa dan diarahkan pada penguasaan satu jenis keterampilan atau lebih yang dapat menjadi bekal hidup di masyarakat.

Apa alat bantunya?
Ala bantu yang digunakan dalam sistem pembelajaran masih berfokus pada kecakapan guru dalam membimbing murid. Namun dalam pelaksanaan penyelenggaraannyaada macam-macam bentuk pendidikan sebagai berikut:
1.      Penyelenggaraan bimbingan dan penyuluhan di sekolah reguler. Apabila salah seorang  murid menunjukan gejala kenakalan ringan,pembimbing lekas membantu meredakan mereka. Mereka yang masih dianggap memungkinkn beljr bersama-sama teman kelasnys, hanya mereka mendapat perhatian dan layanan khusus.
2.      Kelas khusus apabila anak tunalaras perlu belajar terpisah dari teman pada satu kelas. Kemudian gejala-gejala kelainan baik emosinya maupun kelainan tingkah lakunya dipelajari. Diagnosa itu diperlukan sebagai dasar penyembuhan. Kelas khusus itu ada pada tiap sekolah dan masih merupakan bagian dari sekolah yang bersangkutan. Kelas khusus itu dipegang oleh seorang pendidik yang berlatar belakang PLB dan atau Bimbingan dan Penyuluhan atau oleh seorang guru yang cakap membimbing anak.
3.      Sekolah Luar Biasa bagian Tunalaras tanpa asrama Bagi Anak Tunalaras yang perlu dipisah belajarnya dengan kata kawan yang lain karena kenakalannya cukup berat atau merugikan kawan sebayanya.
4.      Sekolah dengan asrama. Bagi mereka yang kenakalannya berat, sehingga harus terpisah dengan kawan maupun dengan orangtuanya, maka mereka dikirim ke asrama. Hal ini juga dimaksudkan agar anak secara kontinyu dapat terus dibimbing dan dibina. Adanya asrama adalah untuk keperluan penyuluhan.

      Penjelasan di atas adalah hasil diaskusi dari kelompok kami pada matakuliah Psikologi Pendidikan yang kami ambil dari beberapa sumber seperti buku pengantar psikologi pendidikan ( Santrock) dan Wikipedia.berikut nama anggota kelompok ( BRENDA ,NIRMAY,HILLARY,EVASARI,MARIANNA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar