Rabu, 11 September 2013

DASAR PERTIMBANGAN,KEBIJAKAN, DAN KONSEP KEBERBAKATAN DAN KREATIVITAS

Dasar Pertimbangan untuk Pengembangan Kreativitas

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting bagi setiap orang dan semua bidang. Contohnya kebudayaan. Kemajuan suatu kebudayaan tergantung kepada kualitas pendidikan yang diberikan kepada anggota masyarakat di dalam kebudayaan tersebut. Tujuan pendidikan pada umumnya  ialah menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak didik untuk mengembangkan bakat dan kemungkinananya secara optimal, sehingga seseorang dapat mewujudkan dirinya dan berfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan kebutuhan masyarakat.Minat dan bakat tiap orang berbeda sehingga pendidikan yang dibutuhkan berbeda-beda pula.
Pendidikan bertanggung jawab untuk memandu serta memupuk bakat seseorang agar melalui pendidikan yang diberikan bakat yang dimiliki dapat semakin berkembang dan bermanfaat dalam hidup.

Kebutuhan akan Kreativitas

Kreativitas sangatlah dibutuhkan dalam aspek kehidupan. Itu karena banyaknya tantangan yang kita hadapi baik dalam bidang ekonomi, kesehatan, politik maupun dalam bidang budaya dan sosial.
Dalam dunia pendidikan contohnya: Mahasiswa dituntut untuk kreatif dalam memahami mata kuliah sesuai dengan karakteristik kepribadian yang ia miliki, seperti membuat mapping untuk lebih gampang mengingat pelajaran, membuat blog agar terlihat menarik dll. Kita juga dituntut kreatif dalam beradaptasi terhadap kemajuan teknologi yang meningkat dan ledakan penduduk.Itulah alasan departemen pemerintah mencari orang-orang yang mempunyai potensi kreatif-inventif.

Kendala dalam Pengembangan Kreativitas

Kreativitas telah disalahartikan oleh masyarakat, dimana mereka menganggap bahwa kreativitas itu hanya dimiliki oleh orang jenius dan berbakat saja. Hal inilah yang merupakan salah satu penghalang dalam pengembangan kreativitas.
Selain yang diatas, terdapat beberapa kendala lainnya, yaitu:
1. Alat ukur (tes),
2. Kesulitan merumuskan konsep kreativitas itu sendiri,
3. Metodologis,dan
4. Penggunaan model stimulus respon.

Hubungan Kreativitas-Intelegensi

Hubungan antara kreativitas dan intelegensi sangatlah meningkat, khususnya sejauh mana intelegensi berpengaruh terhadap kreativitas seseorang. Model struktur intelegensi membedakan antara berpikir konvergen (intelegensi) dan divergen (kreativitas).

Peran Intelegensi dan Kreativitas Terhadap Prestasi Sekolah

Banyak pendapat peneliti mengenai hal terkait di atas. Milgram (1990) menyatakan bahwa intelegensi atau IQ, semata-mata tidak dapat meramalkan kreativitas dalam kehidupan nyata. Untuk itu sebaiknya digunakan berbagai tes yang memiliki arti psikologis yang bermakna dan cukup beragam sehingga memberikan gambaran lebih lengkap mengenai sejauh mana sasaran pendidikan tercapai mengenai kualitas sistem pendidikan.

Sikap Guru dan Orangtua Mengenai Kreativitas

Faktor lingkungan seperti keluarga dan sekolah adalah 2 hal yang mendorong anak dalam mengembangkan kreativitas. Berikut adalah sikap pendidik dalam mengembangkan sikap kreatif dan inventif anak :
1. Menjejalkan bahan pengetahuan,
2. Memberi kebebasan agar ia mengenali potensinya sepenuhnya,
3. Memberikan pelayanan pendidikan khusus bagi mereka yang memiliki bakat istimewa,dll.

KEBIJAKAN

1. Kebijakan tentang pelayanan pendidikan anak berbakat

Pelayanan pendidikan anak berbakat dinyatakan dalam UU RI No.02 tahun 1989 tentang sistim pendidikan nasional pada pasal 8 ayat 2 dimana UU tesebut mendukung penyelengaraan program pendidikan khusus bagi anak berbakat.

2. Kebijakan tentang pengembangan kreativitas

Dalam GBHN 1993 dinyatakan bahwa pengembangan kreativitas hendaknya dimulai pada usia dini yaitu dilingkungan keluarga sebagai tempat pendidikan pertama.

3. Peranan kreativitas dalam program pendidikan anak berbakat

Meningkatkan kreativitas merupakan bagian integral dari kebanyakan program untuk anak berbakat. Peranan kreativitas tersebut antara lain : Sikap menerima keunikan individu, penjajakan dan kemungkinan membuat pilihan.

KONSEP KREATIVITAS

Salah satu konsep yang amat penting dalam bidang kreativitas adalah hubungan antara kreativitas dan aktualisasi. Seperti yang dijelaskan oleh Abraham Maslow dalam teorinya mengenai “Hirarki Kehidupan”. Selanjutnya konsep kreativitas dengan pendekatan 4P:

1. Pribadi (tindakan kreatif muncul dari keunikan),
2. Proses (menemukan masalah hingga memperoleh hasil),
3. Produk (menciptakan sesuatu yang baru),
4. Press (dorongan internal untuk mencipta).

Masih banyak konsep-konsep yang disampaikan terkait Anak berbakat dan keberbakatan,diantarnya :

1.Konsep USOE

Anak berbakat adalah mereka yang mampu mancapai prestasi yang tinggi karena punya kemampuan yang unggul

2.Konsep Renzulli


Anak berbakat adalah mereka  yang kemampuan umumnya,kreativitas diatas rata-rata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar