Selasa, 09 April 2013

Mengenal & Membimbing Anak Hiperaktif



APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN HIPERAKTIF ?

Hiperaktif merupakan sebuah gangguan perilaku terhadap seorang individu.
Gangguan hiperaktif  sudah dikenal sejak sekitar tahun 1900 di tengah dunia medis. Pada perkembangan selanjutnya mulai muncul istilah ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity disorder). 

Tiga gejala utama yang tampak pada gangguan hiperaktif

Inatensi
 
Inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang adalah kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Anak tidak mampu mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain. 

Hiperaktif
 
Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan berlari-lari, berjalan ke sana kemari, bahkan memanjat-manjat. Di samping itu, ia cenderung banyak bicara dan menimbulkan suara berisik. 

Impulsif
 
Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon. Ada semacam dorongan untuk mengatakan/melakukan sesuatu yang tidak terkendali. Dorongan tersebut mendesak untuk diekspresikan dengan segera dan tanpa pertimbangan. Contoh nyata dari gejala impulsif adalah perilaku tidak sabar. Anak tidak akan sabar untuk menunggu orang menyelesaikan pembicaraan. Anak akan menyela pembicaraan atau buru-buru menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan. Anak juga tidak bisa untuk menunggu giliran, seperti antri misalnya. Sisi lain dari impulsivitas adalah anak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas yang membahayakan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Selain ketiga gejala di atas, untuk dapat diberikan diagnosis hiperaktif masih ada beberapa syarat lain. Gangguan di atas sudah menetap minimal 6 bulan, dan terjadi sebelum anak berusia 7 tahun. Gejala-gejala tersebut muncul setidaknya dalam 2 situasi, misalnya di rumah dan di sekolah.



Problem-problem yang biasa dialami oleh anak hiperaktif

  • Problem di sekolah


Anak tidak mampu mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru dengan baik. Konsentrasi yang mudah terganggu membuat anak tidak dapat menyerap materi pelajaran secara keseluruhan. Rentang perhatian yang pendek membuat anak ingin cepat selesai bila mengerjakan tugas-tugas sekolah. Kecenderungan berbicara yang tinggi akan mengganggu anak dan teman yang diajak berbicara sehingga guru akan menyangka bahwa anak tidak memperhatikan pelajaran. Banyak dijumpai bahwa anak hiperaktif banyak mengalami kesulitan membaca, menulis, bahasa, dan matematika. Khusus untuk menulis, anak hiperaktif memiliki ketrampilan motorik halus yang secara umum tidak sebaik anak biasa

  • Problem di rumah


Dibandingkan dengan anak yang lain, anak hiperaktif biasanya lebih mudah cemas dan kecil hati. Selain itu, ia mudah mengalami gangguan psikosomatik (gangguan kesehatan yang disebabkan faktor psikologis) seperti sakit kepala dan sakit perut. Hal ini berkaitan dengan rendahnya toleransi terhadap frustasi, sehingga bila mengalami kekecewaan, ia gampang emosional. Selain itu anak hiperaktif cenderung keras kepala dan mudah marah bila keinginannya tidak segera dipenuhi. Hambatan-hambatan tersbut membuat anak menjadi kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Anak dipandang nakal dan tidak jarang mengalami penolakan baik dari keluarga maupun teman-temannya. Karena sering dibuat jengkel, orang tua sering memperlakukan anak secara kurang hangat. Orang tua kemudian banyak mengontrol anak, penuh pengawasan, banyak mengkritik, bahkan memberi hukuman. Reaksi anakpun menolak dan berontak. Akibatnya terjadi ketegangan antara orang tua dengan anak. Baik anak maupun orang tua menjadi stress, dan situasi rumahpun menjadi kurang nyaman. Akibatnya anak menjadi lebih mudah frustrasi. Kegagalan bersosialisasi di mana-mana menumbuhkan konsep diri yang negatif. Anak akan merasa bahwa dirinya buruk, selalu gagal, tidak mampu, dan ditolak.

  • Problem berbicara


Anak hiperaktif biasanya suka berbicara. Dia banyak berbicara, namun sesungguhnya kurang efisien dalam berkomunikasi. Gangguan pemusatan perhatian membuat dia sulit melakukan komunikasi yang timbal balik. Anak hiperaktif cenderung sibuk dengan diri sendiri dan kurang mampu merespon lawan bicara secara tepat.


  • Problem fisik
Secara umum anak hiperaktif memiliki tingkat kesehatan fisik yang tidak sebaik anak lain. Beberapa gangguan seperti asma, alergi, dan infeksi tenggorokan sering dijumpai. Pada saat tidur biasanya juga tidak setenang anak-anak lain. Banyak anak hiperaktif yang sulit tidur dan sering terbangun pada malam hari. Selain itu, tingginya tingkat aktivitas fisik anak juga beresiko tinggi untuk mengalami kecelakaan seperti terjatuh, terkilir, dan sebagainya. 
 


faktor-faktor penyebab hiperaktif pada anak

Faktor neurologik
  • Insiden hiperaktif yang lebih tinggi didapatkan pada bayi yang lahir dengan masalah-masalah prenatal seperti lamanya proses persalinan, distres fetal, persalinan dengan cara ekstraksi forcep, toksimia gravidarum atau eklamsia dibandingkan dengan kehamilan dan persalinan normal. Di samping itu faktor-faktor seperti bayi yang lahir dengan berat badan rendah, ibu yang terlalu muda, ibu yang merokok dan minum alkohol juga meninggikan insiden hiperaktif
  • Terjadinya perkembangan otak yang lambat. Faktor etiologi dalam bidang neuoralogi yang sampai kini banyak dianut adalah terjadinya disfungsi pada salah satu neurotransmiter di otak yang bernama dopamin. Dopamin merupakan zat aktif yang berguna untuk memelihara proses konsentrasi
  • Beberapa studi menunjukkan terjadinya gangguan perfusi darah di daerah tertentu pada anak hiperaktif, yaitu di daerah striatum, daerah orbital-prefrontal, daerah orbital-limbik otak, khususnya sisi sebelah kanan
Faktor toksik
 
Beberapa zat makanan seperti salisilat dan bahan-bahan pengawet memiliki potensi untuk membentuk perilaku hiperaktif pada anak. Di samping itu, kadar timah (lead) dalam serum darah anak yang meningkat, ibu yang merokok dan mengkonsumsi alkohol, terkena sinar X pada saat hamil juga dapat melahirkan calon anak hiperaktif

Faktor genetik
 
Didapatkan korelasi yang tinggi dari hiperaktif yang terjadi pada keluarga dengan anak hiperaktif. Kurang lebih sekitar 25-35% dari orang tua dan saudara yang masa kecilnya hiperaktif akan menurun pada anak. Hal ini juga terlihat pada anak kembar.


Faktor psikososial dan lingkungan
 
Pada anak hiperaktif sering ditemukan hubungan yang dianggap keliru antara orang tua dengan anaknya.
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mendidik dan membimbing anak-anak mereka yang tergolong hiperaktif :
  • Orang tua perlu menambah pengetahuan tentang gangguan hiperaktifitas
  • Kenali kelebihan dan bakat anak
  • Membantu anak dalam bersosialisasi
  • Menggunakan teknik-teknik pengelolaan perilaku, seperti menggunakan penguat positif (misalnya memberikan pujian bila anak makan dengan tertib), memberikan disiplin yang konsisten, dan selalu memonitor perilaku anak
  • Memberikan ruang gerak yang cukup bagi aktivitas anak untuk menyalurkan kelebihan energinya
  • Menerima keterbatasan anak
  • Membangkitkan rasa percaya diri anak
  • Dan bekerja sama dengan guru di sekolah agar guru memahami kondisi anak yang sebenarnya
Disamping itu anak bisa juga melakukan pengelolaan perilakunya sendiri dengan bimbingan orang tua. Contohnya dengan memberikan contoh yang baik kepada anak, dan bila suatu saat anak melanggarnya, orang tua mengingatkan anak tentang contoh yang pernah diberikan orang tua sebelumnya. 




Senin, 25 Maret 2013

UBIQUITOUS




Perkembangan Teknologi semakin berkembang dengan pesat. Salah satu teknologi yang berkembang adalah IT. Kita saat ini dihadapkan pada sebuah era Ubiquitous yang dimanifestasikan dalam bentuk digital dan komputerisasi diseluruh sendi kehidupan. Paling tidak, di negara kita, era tersebut mulai nampak, meski tidak semasif di negara-negara maju yang lain. Salah satu produk yang lagi booming seperti blackberry, memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat. Mulai dari; email, chatting, browsing, dan sebagainya. Blackberry, webblog dan facebook merupakan salah satu berbagai produk yang mendukung era tersebut.

Seorang ibu rumah tangga tidak perlu susah-susah belanja ke pasar, Ia cukup menekan alat ajaib. Untuk general cekuppun seseorang tidak perlu jauh-jauh pergi ke rumah sakit atau klinik, Ia cukup menggunakan alat digital yang sudah di komputerisasi. Komputer yang terintegrasikan disetiap sendi kehidupan disebut Ubiquitous. Romi Satria Wahono memaknai Ubiquitous dengan komputasi dimana-mana.

Dalam seminar TechNowork 2.1 dengan tema Ubiquitous: Teknology, Social Network, and Business Opportunity, dibahas perkembangan Ubiquitous di berbagai bidang. Mulai dari social network, business hingga education. Acara yang diadakan oleh program Pasca Sarjana Teknik Industri ITS tersebut menghadirkan berbagai pembicara yang ahli dibidangnya seperti; Dr M Zalfany Urfianto (Doktor Chip Design dari Tokyo Institute of Teknology & Researc Scientist, NXP Semiconductors Belanda), Lily Yulianti Farid (Penyiar Radio NHK Tokyo & mantan martawan Kompas), Ir Tusli Komara Jaya (PT Telkom), dan Romi Satria Wahono (Praktisi IT alumnus Saitama University Japan & pendiri situs ilmukomputer.com).
Dr Zalfany, berbicara tentang pengertian Ubiquitous dan implementasinya dalam sektor kehkehidupan. Pada sesi kedua, Lily Yulianti Farid berbicara tentang peran Ubiquitous dalam mengembangkan e-Social Networking, sedangkan Tusli Komara Jaya memberikan paparan tentang Roadmap dan strategi PT Telkom dalam menghadapi era Ubiquitous dan pada sesi terakhir Romi Satria Wahono lebih banyak memberikan materi tentang pemanfatan teknologi Ubiquitous terutama webblog sebagai media bisnis dan personal branding.

Wah..luar biasa ya kalau ubiquitous ini bisa berjalan di Indonesia.kita tidak perlu  meninggalkan rumah untuk membeli keperluan rumah tangga. Tinggal pencet satu tombol smua langsung tersedia. Benar-benar luar biasa.

Dan ini ada link yang bisa menambah pengetahuan kita http://www.youtube.com/watch?v=H_gLVlYOl0w

Sabtu, 09 Maret 2013

everything is gonna be ok

Masalah tidak akan terselasaikan ketika kamu terus bersembunyi. hadapi semuanya dengan hati tegar dan wajah yang berseri.
percayalah , smua akan baik baik saja...
ada DIA yang selalu memberikan kekuatan untukmu.............